Beberapa Hal yang Bisa Dipertimbangkan dalam Investasi Hotel

Beberapa Hal yang Bisa Dipertimbangkan dalam Investasi Hotel

Melakukan investasi bisa diterapkan pada banyak benda.Biasanya yang diinvestasikan adalah tanah, rumah, dan dalam beberapa waktu terakhir, apartemen atau hotel juga masuk dalam daftar yang bisa diinvestasikan. Aktivitas pariwisata yang sibuk biasanya membuat para investor untuk membangun hotel-hotel di berbagai daerah yang memiliki potensi wisata menjanjikan. Oleh karena itu, mereka membangun hotel-hotel untuk membuat para wisatawan yang datang ke suatu daerah agar memiliki lebih banyak kesempatan untuk menginap. Biasanya ketika masa liburan, hotel-hotel seringkali penuh. Dengan memanfaatkan peluang seperti ini, para investor hotel bisa mulai investasi hotel dari sekarang.
Investasi hotel mungkin bisa saja dimulai dari tahap sederhana, misalnya membangun rumah kost, atau membuat guest house dengan menentukan tarif per hari, per minggu, per bulan, atau per tahun. Investasi hotel dalam skala yang besar bisa dilakukan ketika Anda fokus untuk melangsungkannya dalam jangka panjang. Investasi seperti ini tidak bisa dilakukan spekulan karena investornya perlu mengamati perkembangan meningkatnya nilai properti dari waktu ke waktu. Selain itu, dalam berinvestasi, perlu jangka waktu sekitar 5-10 tahun untuk mengetahui seberapa berhasil kita dalam berinvestasi.

Dalam membangun sebuah investasi hotel, investor bisa mengelola sendiri hotel atau menerapkan sistem branded. Namun hal ini merupakan suatu tantangan karena persaingan dunia perhotelan sangat ketat dan seringkali ada sensitif yang bisa mempengaruhi pendapatan hotel dan keuntungan yang diperoleh. Untuk bertahan dalam mengembangkan investasi ini, investor bisa mempertimbangkan beberapa hal dalam penerapan sistemnya. Berikut merupakan beberapa hal yang bisa dipertimbangkan terkait penerapan sistem swakelola atau branded.

1.    Jika investor ingin berinvestasi swakelola, merek bisa mendapat keuntungan total karena si investor tidak perlu membayar biaya franchise atau manajemen. Pengelolaan pembelanjaan hotel bisa ditentukan sendiri dan masuk dalam kelompok aset. Kemudian, mereka juga lebih bebabs dalam menentukan konsep interior dan eksterior yang akan diterapkan.

2.    Sayangnya, membangun investasi swakelola bisa menjadikan people developmentnya lemah. Kemudian manajemen keluarga biasanya kurang professional. Selain itu, pendapatan yang diperoleh kurang optimal, sebab tingkat huniannya rendah akibat kurang dikenal. Masalah dengan dinas pendapatan daerah juga seringkali terjadi, mengingat penghitungan pajaknya tidak sesuai akibat kurangnya tenaga ahli. Selain itu, sistem audit dengan transaksi hotel seringkali tidak sinkron.

3.    Sementara itu, untuk sistem branded, manajemennya lebih profesional, operasionalnya telah siap, dan potensi dikenal di kalangan luas bisa lebih dimaksimalkan. Selain itu, program pengembangan diri dan karir untuk tenaga kerja sekaligus manajemen bisa diadakan. Penghitungan terhadap pajaknya bisa dilakukan lebih tepat. Visi, misi, dan standar kualitas hotel lebih jelas dan lebih terukur. Pembiayaan terhadap branding pun bisa diminimalisasi.

4.    Di sisi lain, sistem branded mengharuskan pembayaran biaya manajemen dan franchise. Kemudian ada standardisasi jenis barang yang diperlukan hotel. Pengaturan desain telah terkonsep dan ditentukan.

Dengan mempertimbangkan beberapa hal tersebut, tentunya Anda bisa memulai investasi hotel dengan sistem yang paling sesuai dengan karakter berbisnis Anda.


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>